Bisindo Mata Kuliah Wajib di UBD

0
55
Universitas Bina Darma Palembang

PALEMBANG, KacaPendidikan – Universitas Bina Darma (UBD) Palembang menjalin kerjasama dengan Gerakan Untuk Kesejahteran Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Provinsi Sumatera Selatan  dalam upaya menjadikan  Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo)  yang  dijadikan sebagai mata kuliah wajib  pada Fakultas Komunikasi UBD.

Rektor UBD Palembang, Prof Ir H Bochari Rachman,M.Sc mengatakan, kerjasama ini ingin membuktikan bahwa kepedulian UBD terhadap para peyandang tuna rungu. Bahkan kedepan bukan saja menjadi salah satu mata kuliah wajib di satu fakultas tetapi, pihaknya merencanakan akan dimasukan ke seluruh fakultas yang ada di UBD.

“Dengan adanya Bisindo ini tidak menutup kemungkinan, kami akan menerima mahasiswa khusus untuk para peyandang disabilitas, tahun ini akan kami mulai dari fakultas komunikasi terlebih dahulu,” katanya, disela-sela penandatanganan kerjasama di Aula UBD Palembang, Selasa (7/3).

Pihaknya, memberikan kesempatan kepada kaum disabilitas kuliah di UBD. Mengingat, mereka juga mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Mengenai para tenaga pengajar untuk mahasiswa yang meyandang disabilitas pihaknya sudah bekerjasama dengan Gerakan Untuk Kesejahteran Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Provinsi Sumatera Selatan.

“Jadi para dosen nya kita rekrut dari Gerkatin. Ini kami lakukan agar kaum disabilitas juga mampu bersaing dengan mahasiswa pada umumnya,”tukasnya

Ketua Gerakan Untuk Kesejahteran Tunarungu Indonesia Sumatera Selatan Iwan Octarianto, melalui Folentir Gerkatin Fuad Kurniawan mengatakan, sebelum mengadakan kerjasama pihaknya terlebih dahulu mengadakan sosialisasi kepada dosen dan mahasiswa, dan responnya positif oleh karena itu mulai tahun ajaran baru mendatang, Bisindo akan diterapkan di Universitas Bina Darma Palembang khusus semester 7.

“Mulai tahun ajaran baru mendatang para mahasiswa semester 7 fakultas komunikasi wajib mengambil mata kuliah Bisindo dengan jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) 1,” katanya,

Ia menyebutkan, dengan dimasukannya menjadi mata kuliah wajib di fakultas komunikasi UBD ini membuktikan bahwa, satu satunya universitas di Sumsel yang peduli akan bahasa isyarat.

“Biasanya bahasa isyarat ini kan digunakan oleh para peyandang tuna rungu saja. Saat berkomunikasi dengan seseorang yang menggunakan bahasa isyarat susah untuk mengartikannya, dengan adanya bekal yang diperoleh semasa kuliah ini, para mahasiswa kedepan bisa berkomunikasi dengan bahasa isyarat,” ujarnya.

Guna memudahkan para mahasiswa, pihaknya sudah menempatkan sebanyak 4 orang peyandang tuna rungu sebagai dosen. “Mereka ini lah akan menerapkan Bisindo kepada mahasiswa,” tegasnya. (hasan basri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.