Hanya Dua Provinsi Laksanakan UNBK 100 Persen

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan tidak ada pemaksaan bagi sekolah untuk menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Namun bagi sekolah yang memiliki minimal 20 unit komputer, didorong untuk menjalankan UNBK. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan, tidak benar ada pemaksaan bagi sekolah untuk menjalankan UNBK.

Dia menyambut baik sekolah-sekolah yang siap menjadi penyelenggara UNBK. Sementara bagi sekolah yang belum sanggup menjadi penyelenggara, bisa menumpang di sekolah penyelenggara UNBK terdekat. ’’Radius 5 km itu masih terjangkau,’’ katanya di kantor Kemendikbud, seperti mengutip JPNN, Selasa (14/3/2017).

Totok mengatakan, tidak dibenarkan ada pungutan dari sekolah untuk orangtua siswa dalam rangka membeli komputer. Totok menjelaskan unit komputer yang digunakan untuk UNBK, sebaiknya komputer pendukung pembelajaran sehari-hari. Jadi sekolah jangan sampai membeli perangkat komputer hanya untuk kepentingan UNBK.

Kebijakan Kemendikbud tidak memaksakan UNBK terlihat dari statistik pelaksana UNBK 2017. Dari seluruh provinsi, hanya DKI Jakarta dan Jogjakarta, yang menjalankan UNBK penuh. Sementara daerah lainnya bervariasi. Contohnya Provinsi Jawa Timur dan Bangka Belitung hanya 65% sekolah yang menjalankan UNBK.

Sedangkan di provinsi lain seperti Papua, Bengkulu, Kepulauan Riau, dan Lampung hanya 34% sekolah yang menjalankan UNBK. Sekolah sisanya tetap menjalankan ujian nasional berbasis kertas atau konvensional. Tingkat pelaksanaan UNBK yang paling kecil ada di Sulawesi Tenggara yang hanya 13%.

Totok menerangkan persiapan pelakanaan unas berbasis kertas sudah disiapkan dengan baik. Di antaranya adalah mengirimkan naskah ujian untuk daerah-daerah khusus. Seperti di pedalaman Papua dan Papua Barat, serta di Maluku dan Maluku Utara. Wakil Ketua Komisi X DPR Ferdiansyah mengatakan pemerintah memang tidak boleh memaksakan pelaksanaan UNBK. Dia mengakui bahwa UNBK bisa mencegah beberapa bentuk kecurangan.

’’Selain itu juga lebih efektif,’’ jelasnya. Namun pelaksanaan UNBK tidak boleh mengorbankan kepentingan siswa.

Dia menjelaskan, Kemendikbud harus menerjunkan tim ke lapangan untuk mengecek persiapan pelaksanaan UNBK. Jangan sampai Kemendikbud hanya mengandalkan informasi dari dinas pendidikan daerah. Sebab secara kelembagaan ujian nasional ini adalah agendanya pemerintah pusat.

Bidang Aquatik Dukung Perkuliahan di Unpad

JAKARTA – Peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan Universitas Padjadjaran (Unpad) di Pangandaran, Jawa Barat. Selain akan mendirikan Geopark di Kampus Unpad Pangandaran, bidang keolahragaan juga akan dikembangkan melalui kerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kemenpora dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti). Menpora Imam Nahrawi mengatakan, semua kementerian lembaga tidak boleh jalan sendiri-sendiri, harus bersinergi satu sama lain.

“Salah satu kerjasama Kemenpora adalah memberikan dukungan yang luar biasa bagi pengembangan olahraga Unpad lewat Aquatik Stadium. Meskipun Unpad belum ada Fakultas Olahraga, tapi pasti ada kaitannya dengan Fakultas Perikanan, Maritim, dan Aquatik Stadium,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (14/3/2017).

Upaya kerjasama tersebut disambut baik oleh Menristekdikti Mohamad Nasir. Menurut dia, ke depan pengembangan sarana olahraga untuk bidang aquatik akan disertai dengan pengembangan kedoktoran olahraga yang ada di Unpad. Sehingga, lanjut Nasir, bisa membantu tentang kesehatan, nutrisi, dan hal lainnya yang berkaitan dengan olahraga.

“Semoga komitmen bersama kedua kementerian ini dapat meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, yang akan mendukung program kepemudaan dan keolahragaan,” tukasnya.

Percuma Sekolah Gratis, tak Ada yang Melayani

PALEMBANG – Dinas Pendidikan Sumatera Selatan mengapresiasi program “Indonesia Mengajar” untuk anak-anak di daerah terpencil, terjauh, dan terluar (3T) yang diusung pemerintah pusat sejak 2009 lalu. Guna menyukseskan program itu, perlu adanya dorongan ke pemerintah kota dan kabupaten untuk ikut melaksanakan program tersebut

Widodo, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel menjelaskan, program Indonesia Mengajar itu merupakan program pemerintah pusat sebagai bentuk sinergi. Bukan hanya itu, gerakan Indonesia Mengajar juga sebuah program yang merekrut para pemuda terbaik bangsa guna mengajar di pelosok pedalaman Indonesia jadi terobosan yang brilian untuk menjadi solusi dalam memecahkan silang sengkarut masalah pendidikan yang kompleks.

“Terlebih di Sumsel ada program sekolah gratis, percuma ada sekolah gratis jika tidak ada yang melayani,” cetusnya. Menurutnya, pemerintah daerah bisa menggerakkan anak-anak muda untuk menjadi seorang sukarelawan (volunteer) untuk melayani anak-anak di Sumsel dengan baik.

“Pemerintah kota dan kabupaten tidak harus menyiapkan dana yang besar di program ini. Cukup mereka survive saja,” katanya. Lanjutnya, saat ini Sumsel mempunyai 12 orang volunteer yang mengabdi di daerah Muara Enim dan Banyuasin.

“Dalam kegiatan ini, mereka tidak hanya mengajar siswa secara langsung tetapi juga membantu guru meningkatkan skill, berupa inovasi dalam pembelajaran dan sebagainya. Karena saat ini kita hidup di era digital, jadi para sukarelawan ini membantu mengupgrade kemampuan guru di daerah. “Kami harapkan program ini diteruskan oleh pemerintah kota dan daerah, faktanya masihnya banyak daerah yang pendidikannya belum terlayani dengan baik,” ujarnya.

Muhammad Izzudin, salah satu tenaga volunteer Indonesia Mengajar menambahkan, dalam menjalankan tugasnya di Sumsel, pihaknya mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Sumsel dan juga dan pemerintah daerah. “Ada 12 orang volunteer yang didistribusikan ke dua daerah di Sumatera Selatan.

“Kami mengabdi di sini sejak April lalu hingga 10 bulan ke depan. Sebagai volunteer di bidang pendidikan, kami membantu pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak di daerah-daerah 3T ini,” ucapnya. (hasan basri)